Kehidupan ini terkadang sulit untuk diterka jalan ceritanya. Apa yang diprediksikan oleh manusia tidak seutuhnya dapat terealisasi. Kondisi tersebut dikarenakan manusia sulit memahami antara kehendak dirinya, kehendak Alam dan Kehendak Sang Penguasa Bumi (Tuhan). Pada akhirnya manusia hanya bisa menerka nerka saja dalam bertindak tanpa melihat kemungkinan-kemungkinan resiko yang akan terjadi pada episode kehidupan selanjutnya............
Kodrat manusia, seperti kodrat pada umumnya, tidak
mampu menahan kekosongan batin. Tanpa adanya suatu pemenuhan rohani
yang meresapi seluruh diri. Seperti halnya dalam tata jasmani, roh
manusiapun tunduk kepada hukum-hukum yang tepat dan tidak dapat
digantikan, meskipun hukum-hukum itu bersifat dinamis dan fleksibel.
Perubahan dan perkembangan jaman,idealnya bisa diikuti oleh perkembangan pikir, alasannya adalah alam dan peristiwa merupakan guru yang mempunyai penilaian dengan adil, akan tetapi karena realitas ini tidak mempersoalkan salah dan benar, maka benar dan salah menjadi relatif kedudukannya. Menyadari akan ketidak sempurnaan manusia ini, diri sendiri tertuntut untuk mengatur batin sendiri setelah kita tahu unsur-unsur penyebab realitas yang kita…
Tidak mudah memahami, menerima dan mengakui kenyataan hidup serta bereksistensi dalam kehidupan sebagaimana kenyataan apa adanya dengan memperhatikan potensi yang kita miliki, sehingga kehadiran diri kita di dunia ini punya makna. Hidup yang bermakna dimaksudkan adalah menemukan, mendapatkan jalan keluar, mengenali aturan dan arahan kemana mesti berjalan, sehingga kehidupan diri manusia terasa utuh dan bulat.